Ketika mendengar kata "radiasi" di rumah sakit, hal pertama yang terlintas di pikiran kita biasanya adalah ruang rontgen untuk melihat tulang yang patah. Namun, tahukah Anda bahwa ada cabang ilmu medis luar biasa yang disebut Kedokteran Nuklir?
Berbeda dengan rontgen biasa, kedokteran nuklir tidak hanya memotret bentuk fisik organ tubuh Anda dari luar, melainkan melihat bagaimana organ tubuh Anda bekerja secara langsung di tingkat sel. Hebatnya lagi, teknologi ini menjadi pilar utama dalam mendeteksi dan mengobati kanker secara sangat akurat.
Bagaimana Nuklir Mendeteksi Kanker? (Teknik Perunut)
Bayangkan Anda ingin mencari sebuah rumah yang tersembunyi di tengah kota yang sangat padat pada malam hari. Cara termudah adalah meminta pemilik rumah menyalakan lampu suar yang sangat terang.
Konsep inilah yang digunakan dalam deteksi kanker menggunakan teknologi nuklir:
Zat Radioaktif Aman (Radiomarker): Dokter akan menyuntikkan zat khusus yang memancarkan radiasi dalam dosis sangat rendah ke dalam tubuh pasien. Zat ini biasanya ditempelkan pada molekul gula (glukosa).
Umpan untuk Sel Kanker: Sel kanker adalah sel yang tumbuh sangat cepat dan membutuhkan energi (gula) yang jauh lebih banyak daripada sel normal. Sel kanker akan dengan rakus menyerap glukosa yang sudah ditempeli zat radioaktif tersebut.
Mengambil Gambar (PET Scan): Pasien kemudian berbaring di mesin pemindai khusus. Mesin ini akan mendeteksi pancaran radiasi dari zat radioaktif tadi. Hasilnya, area tempat berkumpulnya sel-sel kanker akan terlihat menyala sangat terang di layar komputer dokter.
Teknologi ini memungkinkan kanker dideteksi sejak ukurannya masih sangat kecil, jauh sebelum gejala fisik muncul atau terlihat oleh alat pemindai biasa.
Bagaimana Nuklir Mengobati Kanker? (Radioterapi)
Selain untuk deteksi, radiasi juga digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang membandel. Prinsip dasarnya adalah menggunakan energi radiasi tingkat tinggi untuk merusak DNA sel kanker, sehingga mereka tidak bisa membelah diri lagi dan akhirnya mati.
Dokter menggunakan alat canggih seperti akselerator linear (LINAC) atau pisau gamma (gamma knife). Alat ini memancarkan sinar radiasi yang diarahkan secara sangat presisi ke titik kanker dari berbagai sudut. Dengan presisi tingkat tinggi ini, sel kanker dapat dihancurkan dengan maksimal tanpa merusak jaringan tubuh sehat di sekitarnya.
Apakah Aman?
Pertanyaan ini sangat sering muncul. Jawabannya adalah ya, sangat aman. Zat radioaktif yang digunakan untuk deteksi memiliki waktu hidup yang sangat singkat (biasanya hanya beberapa jam) dan akan luruh secara alami serta dikeluarkan dari tubuh melalui air seni tanpa meninggalkan efek samping jangka panjang. Kedokteran nuklir membuktikan bahwa radiasi bukanlah musuh yang harus selalu ditakuti. Di tangan para ahli medis yang tepat, teknologi nuklir justru menjelma menjadi sekutu terkuat manusia dalam memberikan harapan hidup baru bagi jutaan pasien kanker di seluruh dunia.
sumber: European Journal of Nuclear Medicine and Molecular Imaging (2015), image from Dhealth
Artikel terkait
tes data jurnal
testing develop
Mati Lampu Massal? PLTN Modern Tetap Aman Berkat Sistem Keselamatan Pasif!
Khawatir apa yang terjadi pada reaktor nuklir jika daerah sekitarnya dilanda bencana alam atau mati lampu total? Tenang! Reaktor modern saat ini sudah dilengkapi dengan "rem otomatis" super canggih bernama sistem keselamatan pasif yang digerakkan murni oleh hukum alam.
Ssst... Tahu Gak? Bumi Kita Pernah Bikin Reaktor Nuklir Sendiri Lho!
Kamu pikir cuma manusia pintar saja yang bisa membuat reaktor nuklir di laboratorium? Ternyata, bumi kita yang hebat ini sudah pernah membuat reaktor nuklirnya sendiri di dalam tanah Afrika, jauh sebelum manusia pertama lahir! Yuk, kita dengar dongengnya!